VCO Anti Bakteri Protozoa Jamur

 
 
 
 
 
 
 
 

VCO Sebagai Anti Virus, Bakteri, Jamur dan Protozo Sangat Kuat

Tags:
Virus , Bakteri , Jamur , Anti Protozoa , Anti virus , anti bakteri , anti jamur

Tunggu dulu. Uji antibakteri VCO terhadap E. coli yang dilakukan di laboratorium pun memang memperkuat analisis di atas. VCO tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli secara invitro. Mengapa? Sebab, yang memiliki sifat antimikroba dalam VCO adalah monogliserida dan asam lemak bebas. Kedua senyawa itu berasal dari trigliserida yang terkandung dalam VCO. Namun, trigliserida baru aktif berubah menjadi monogliserida dan asam lemak bebas setelah berada dalam tubuh. 
Trigliserida tersusun dari tiga asam lemak. Asam-asam lemak itu diikat oleh gliserol. Ketika VCO dikonsumsi, trigliseridanya dipecah menjadi digliserida, monogliserida, dan asam lemak bebas. Asam lemak dalam VCO yang paling aktif sebagai antibakteri adalah asam laurat dan asam kaprat beserta monogliseridanya yakni monolaurin dan monokaprin. ( Merekalah yang sangat berperan sebagi anti bakteri, anti protozoa dan anti jamu - red. vco semeru).

Gram positif Anti Protozoa , Anti virus , anti bakteri , anti jamur

Sebab lain E. coli tak bisa dihambat pertumbuhannya oleh VCO -secara langsung- lantaran sensitivitas asam lemak bebasnya. Secara umum asam lemak itu hanya sensitif menghambat perkembangan bakteri gram positif. Di antaranya Staphyllococcus aureus , penyebab bisul dan penyakit saluran pencernaan; S. epidermis , penyebab endokarditis atau infeksi pada katup jantung;Mycobacterium tuberculosis , penyebab TBC;dan Nocardia asteroides , penyebab penyakit nokardiosis. Anti Protozoa , Anti virus , anti bakteri , anti jamur

Kalaupun sensitif terhadap bakteri gram negatif, tapi hanya untuk bakteri-bakteri tertentu. Misalnya Helicobacter pylori , penyebab penyakit maag, dan Salmonella typhimurium, penyebab penyakit tipus. Sementara untuk bakteri-bakteri gram negatif lainnya, seperti E. coli , penyebab penyakit diare, asam lemak bebas tidak mampu mengatasinya.Anti Protozoa , Anti virus , anti bakteri

Uji aktivitas antibakteri VCO terhadap S. aureus yang dilakukan di LIPI mengkonfirmasi Minyak VCO mampu menghambat pertumbuhan bakteri itu dengan aktivitas lebih tinggi dibandingkan aktivitas chloramphenicol - antibiotik komersial. Namun, VCO sama sekali tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Bakteri gam negatif itu hanya efektif dihambat oleh asam lemak bebas dengan rantai sangat pendek - C6 atau lebih pendek -, misalnya asam kaproat (C6). Anti Protozoa , Anti virus , anti bakteri , anti jamur

Permasalahannya, VCO paling tinggi mengandung asam kaproat sekitar 0, 5%. Bahkan seringkali tidak ditemukan asam-asam lemak rantai pendek karena bahan bakunya kurang baik atau hilang selama proses ekstraksi. Oleh karena itu, walaupun VCO dapat berfungsi sebagai antibakteri, proses produksi dan penyimpanannya mutlak dilakukan secara higienis. Bila tidak, alih-alih sembuh, konsumsi VCO yang tercemar bakteri patogen seperti E. coli malah menyebabkan sakit perut alias diare. Anti Protozoa , Anti virus , anti bakteri

Satu hal penting yang perlu diingatkan, kemampuan asam lemak dan monogliseridanya sebagai antibakteri dan anti protozoa serta nati jamur tidak dapat bertahan lama. Aktivitasnya dapat menurun secara drastis hingga 59%hanya dalam waktu 1 hari. Untuk mengantisipasi hal itu, konsumsi VCO harus dilakukan secara disiplin dan teratur dengan dosis tepat. Seperti halnya konsumsi obat antibiotika dan obat-obat lain, dosis konsumsi VCO yang tepat sangat menentukan efektivitasnya sebagai antibakteri.i virus , anti bakteri , anti jamur

Khasiat VCO tidak berhenti di situ. Minyak perawan juga tokcer mengatasi candidiasis vagina alias keputihan. Hery Winarsi, peneliti dari Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, membuktikannya lewat uji klinis pada 30 perempuan penderita keputihan. Winarsi memberikan VCO yang diperkaya seng kepada pasien selama 2 bulan. Sepuluh orang mengkonsumsi dengan dosis 1 sendok makan; 10 orang, 2 sendok makan per hari. Sisanya mengkonsumsi VCO saja, dosis 2 sendok makan per hari. Anti Protozoa , Anti virus , anti bakteri , anti jamur

Hasilnya, VCO plus seng (Zn) ampuh menekan pertumbuhan bakteri pemicu keputihan seperti StreptoccoccusKlebsiella, dan Escherichia coli. Pertumbuhan mereka berturut-turut dapat ditekan 53,6%, 76,2%, dan 47,2%. Penurunan pertumbuhan bakteri itu juga diikuti oleh turunnya pH sekret vagina, dari 6 menjadi 5,1. Keberadaan bakteri-bakteri patogen itu dapat meningkatkan pH vagina. Akibatnya cendawan Candida albicans, penyebab keputihan, tumbuh subur. Anti Protozoa , Anti virus , anti bakteri , anti jamur

VCO menekan pertumbuhan bakteri karena kandungan asam laurat bersifat antibakteri. Menurut Winarsi penambahan seng pada VCO meningkatkan imunitas. Perempuan adalah kelompok yang sering mengalami defisiensi seng sehingga gampang terkena infeksi. Seng diperlukan sebagai komponen membran sel dan enzim antioksidan, serta aktivasi dan proliferasi sel T. Dengan meningkatnya fungsi imunitas, tubuh tidak gampang terinfeksi patogen. (Ari Chaidir/Peliput: Faiz Yajri & Vina Fitriani) - Trubus 2009

Tags:
Virus , Bakter , Jamur , Anti Protozoa , Anti virus , anti bakteri , anti jamur, Manfaat VCO , Khasiat VCO , Manfaat Virgin Coconut Oil , Khasiat Virgin Coconut Oil. 
Anti Protozoa , Anti virus , anti bakteri , anti jamur. Anti Protozoa , Anti virus , anti bakteri , anti jamur

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
www.vcosemeru.com

Pilihan Bahasa
KUNJUNGAN KE WEB INI