Home > Fakta Ilmiah VCO

 
 
 
 
 
 
 
 

 

Semua dimulai dari Pukapuka dan Tuvalu, 2 pulau kecil yang terpencil di Pasifi k Selatan. Sejak 1960 masyarakat di sana diteliti dari berbagai sudut disiplin. Hasilnya, meskipun mereka mengkonsumsi lemak jenuh sangat tinggi, tetapi kesehatan penduduk pulau-pulau itu sangat bagus. Di sana tidak dikenal penyakit ginjal atau hipothyroidisme yang mempengaruhi tingkat kadar lemak. Tak ditemukan hiperchlolesterolemia (kolesterol darah tinggi). Arteriosklerosis, sakit jantung, colitis, kanker colon, usus buntu, dan penyakit degeneratif lain sangat langka terjadi.

Semua berkat kebiasaan mereka menyantap menu berbahan baku kelapa. Setiap hari penduduk yang masuk wilayah hukum Selandia Baru itu mengkonsumsi 63—130 gram lemak jenuh asal kelapa; hanya 6—7 gram lemak tak jenuh yang menjadi asupan per hari. Semua fakta itu bertolak belakang dengan kampanye antiminyak kelapa di Amerika Serikat. Sejak 1954 minyak tropis asal kelapa dituding sebagai biang keladi penyakit jantung dan tingginya kolesterol jahat.

Kampanye buruk terhadap minyak kelapa akhirnya ditentang. Pada 1992, Dr Conrado S. Dayrit, profesor farmakologi dari Universitas Filipina dan President National Academy of Science & Technology, membuktikan minyak kelapa bukan pemicu sakit jantung dan tingginya kolesterol jahat. Pada 1995 Mary G. Enig, PhD melaporkan, asam laurat pada minyak kelapa di dalam tubuh diubah menjadi monolaurin, sebuah senyawa monogliserida yang diperoleh para bayi dari air susu ibu. Monolaurin ampuh mengatasi infeksi virus, bakteri, dan protozoa. Minyak kelapa juga mengandung asam kapriat yang diubah di dalam tubuh menjadi monokapri. Senyawa-senyawa itulah yang membuat Mary G.Enig dan Conrado S. Dayrit berhasil membuktikan, minyak kelapa sangat efektif menghambat penyebaran virus HIV- AIDS.

Rantai pendek dan sedang

Mengapa lemak jenuh asal kelapa tua segar— bukan asal kopra—justru bermanfaat bagi kesehatan? Dr Jon J. Kabara, profesor dari Michigan State University and Technology Exchange, Amerika menjawab pertanyaan itu. Lemak jenuh pada minyak asal kelapa, virgin coconut oil (selanjutnya disebut VCO), terdiri dari: lemak jenuh rantai pendek (C2—C6), lemak jenuh rantai sedang (C8—C12), dan lemak jenuh rantai panjang (C14—C24). Kandungan lemak jenuh rantai sedang mendominasi kandungan VCO. Jumlahnya sekitar 52%, hampir setara dengan air susu ibu. Lemak jenuh rantai sedang inilah yang bermanfaat bagi kesehatan. Yang berbahaya lemak jenuh rantai panjang.

Dalam keseharian, VCO dapat langsung diminum atau dipakai sebagai cooking oil. Di dalam tubuh lemak rantai sedang dalam VCO dapat dengan mudah menembus mitokondria, sebuah organ yang ada dalam setiap sel tubuh. Mitokondria berfungsi menghasilkan energi untuk tubuh. Kemudahan menembus mitokondria itu menyebabkan VCO berperan sebagai sumber energi instan yang dapat dengan cepat digunakan oleh tubuh.

Lemak rantai sedang memiliki ukuran molekul yang kecil. Jadi, ia mudah dicerna dan diserap oleh dinding usus. Selanjutnya dibawa ke dalam hati untuk diubah menjadi energi setelah melalui proses pengolahan di mitokondria. Pankreas, saluran pencernaan, dan hati bekerja lebih ringan. Apalagi lemak rantai sedang tidak berubah bentuk menjadi lemak, tetapi energi.

Lemak rantai panjang memiliki molekul lebih besar. Ia harus dipecah dan dikemas dalam bentuk lipoprotein. Kemudian diedarkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan diangkut ke hati. Dalam proses pengolahannya, lemak rantai panjang membutuhkan enzim spesial supaya bisa menembus mitokondria. Hasilnya adalah energi, kolesterol, dan lemak. Kolesterol dan lemak itu yang memicu risiko munculnya berbagai penyakit, seperti darah tinggi, arteriosklerosis, stroke, obesitas, darah kental, diabetes, dan aneka penyakit degeneratif lain. Lemak rantai sedang tidak dikemas dalam bentuk lipoprotein, tetapi langsung diubah menjadi energi tanpa produk lain seperti lemak dan kolesterol. Ia tidak membutuhkan enzim khusus untuk menembus mitokondria. ***

Hujan fi tnah pada VCO yang dimulai sejak tahun 1950-an di Amerika kini mulai reda. Bahkan sekarang di sana pemakaian VCO sedang tren. Demikian juga di Eropa. Mereka mengenal VCO sebagai cold expelled virgin coconut oil. Minyak kelapa yang diperas dari kelapa tua dan diproses tanpa pemanasan. Proses pengolahan tanpa pemanasan menjadi inti penting. Sebab, minyak apapun jika dipanaskan pasti berkurang mutunya. Untuk VCO, pemanasan pada suhu 35oC menyebabkan terurainya asam kaprat; 60oC, asam kaproat hilang; 80oC, asam kaprilat menguap. Asam laurat hilang pada pemanasan 300oC. Efeknya terjadi oksidasi dan meninggalkan peroksida yang bersifat karsinogenik, pemicu kanker.

Jika itu bisa dihindarkan, VCO benar-benar bagaikan panasea. Hasil penelusuran Trubus menunjukkan, uji klinis dengan hasil positif telah dilakukan untuk sejumlah penyakit: campak, cytomegalovirus, diabetes, hepatitis C, herpes HSV 1, hipothyroid, HIV/AIDS, obesitas, pneumonia, rubella, virus infl uenza, dan tuberkulosis. Kasus sembuh empiris dan ujiinvivo terjadi pada penderita maag, stroke, hepatitis A, hipertensi, jantung koroner, kemulusan kulit, vertigo, asma, candida, prostat, dan darah kental.

Pertanyaannya, bagaimana mungkin sebuah produk dapat menjadi peluru ajaib penangkal aneka penyakit yang menakutkan itu? Semua itu ada jawabannya dalam buku Mary G. Enig, Jon J. Kabara, Murray Price, Kaunitz, dan Bruce Fife. Sejumlah jurnal ilmiah, seperti American Journal of Clinical Nutrition, Journal of the National Cancer Institute, Journal of Infectious Diseases, Journal of Nutrition, Journal of the American Oil Chemist Society, Philippine Journal of Internal Medicine, Nutrition Reports International, pun memberikan ulasannya.

Pusaran manfaat VCO berpangkal pada khasiatnya yang sudah terbukti antivirus, antibakteri, antiprotozoa, dan antiparasit. Prosesnya sederhana sekali. Prof Dr Sri Kumalaningsih, kepala Lab Pusat Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Brawijaya mengatakan, mikroorganisme berbahaya itu mempunyai dinding sel yang tersusun dari lipid. Dinding sel itu ditembus oleh monolaurin sehingga cairan di dalam sel tersedot keluar. Terjadilah pengerutan sel yang mematikan mikroorganisme itu. Yang unik, mekanisme itu hanya berlaku untuk mikroorganisme jahat.

Cara kerja itulah yang membuat monolaurin menghancurkan Helicobacter pylori penyebab maag dan gangguan pencernaan. C. pneumoniae pencetus radang paru-paru pun takluk. Namun, Escherichia coli dan S. entritidis yang berperan membantu metabolisme tubuh tidak terganggu. *****

Bagaimana dengan manfaatnya untuk pengobatan penyakit jantung koroner? Pada penderita penyakit itu, pembuluh darah koroner menyempit karena ada tumpukan lemak. Itu proses yang wajar seiring pertambahan usia. Namun, penumpukan lemak yang merusak pembuluh darah kian parah jika kolesterol tinggi, obesitas, dan hipertensi. Nah, mengkonsumsi VCO secara rutin dalam waktu lama melarutkan endapan kolesterol dalam pembuluh darah, sehingga peredaran darah lancar. VCO terbukti meningkatkan HDL, high density lipoprotein, kolesterol baik. Dialah yang berperan mengikis lemak yang melekat pada pembuluh darah. Peningkatan HDL memperkecil risiko serangan jantung karena angka rasio antara total kolesterol dan HDL menjadi kecil.

Obesitas sebagai salah satu pemicu sakit jantung sebenarnya merupakan bentuk akibat rendahnya tingkat metabolisme tubuh. Proses metabolisme itu dibutuhkan untuk membakar glukosa tubuh yang terbentuk akibat asupan karbohidrat. Rendahnya tingkat metabolisme membuat glukosa yang tak terbakar disimpan dalam bentuk glikogen. Ketika gudang tempat menyimpan glikogen sudah penuh, tubuh pun menjadi gemuk karena mulai menyimpan lemak.

Mengurangi makanan berlemak menurunkan bobot tubuh. Namun, teknik itu membutuhkan komitmen kuat seumur hidup. Dan ini sulit sekali. Sejumlah kasus teratasinya obesitas berkat VCO berhasil dilacak oleh Trubus. Duduk perkaranya begini. Lemak rantai sedang pada VCO meningkatkan metabolisme sehingga kian banyak kalori yang terbakar. Lemak rantai sedang mudah diserap tubuh dan cepat dibakar unutk menjadi energi metabolisme. Jadi, ia meningkatkan aktivitas metabolik dan mendorong terbakarnya lemak di dalam tubuh.

Manfaat VCO lain ialah kemampuannya membuat kulit menjadi halus dan mulus. Para dokter spesialis kulit sering menganjurkan pemakaian sabun khusus ber-pH rendah untuk pemilik kulit sensitif. Dari berbagai penelitian terbukti VCO dapat menjaga pH kulit pada kisaran angka 5. Itulah sebabnya VCO mujarab memusnahkan jerawat dan pecah kulit di tumit.

Segudang manfaat VCO telah dirasakan oleh para pemakainya. Kendatipun demikian masih banyak yang meragukan keandalan VCO sebagai obat aneka penyakit. Alasan mereka, belum ada dasar kuat dan bukti ilmiah. Penelitian yang ada lebih banyak mengarah pada manfaat VCO sebagai nutrisi, bukan obat. To h , mereka—kebanyakan dari kalangan medis—sepakat, minyak kelapa memang baik untuk kesehatan. Catatan mereka, jangan gantikan obat dengan VCO. Perlakukan VCO sebagai pelengkap nutrisi tubuh. Jadi, minum saja VCO 3,5 sendok makan atau 9 soft capsule sehari. Bisa jadi itu menjadi jalan kesembuhan penyakit yang Anda derita. (Onny Untung).

Sumber: Trubus 2005

 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
www.vcosemeru.com

Pilihan Bahasa
KUNJUNGAN KE WEB INI